Yang Kita Miliki

Seringkali kita lupa bahwa apa yang kita miliki, baik yang terpakai maupun yang tersimpan, adalah pemberian semata. Terkadang kita tak sadar, sering mengakui setiap apa yang kita miliki itu murni hasil kerja keras kita. Hasil jerih payah dari apa yang kita lakukan. Titik. Tanpa jeda, tanpa tapi. Padahal, sejatinya tiada lain semua itu hanyalah pemberian semata.

Kerja keras, memang turut andil dalam setiap layar hidup yang kita tampakkan. Namun, meski demikian, kerja keras tidak serta merta menjadi sebab dari setiap akibat yang ditimbulkan. Kerja keras tidak serta merta menjadi alasan dibalik semua hal yang kita miliki. Kerja keras hanyalah bentuk lain dari sebuah proposal, yang menunjukkan bahwa kita memang serius dan sungguh-sungguh dalam menggapai apa yang kita inginkan. Kerja keras, juga menjadi barometer penilaian atas layak tidaknya kita mendapatkan apa yang kita inginkan.

Proposal yang ditujukan pada siapa? Penilaian layak tidak dari siapa? Tentu dari Sang Maha Segalanya.

Pada akhirnya, Ia lah yang memutuskan segalanya. Memutuskan untuk menghadiahi kita dengan apa yang kita inginkan, atau mendidik kita dengan alternatif yang sebanding dengan apa yang kita inginkan. Karena hanya Ia yang berhak berkehendak, karena hanya Ia pula yang berkuasa atas semuanya. Semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi.

Maka, tak perlu berlebihan dalam mendefinisikan apa yang kita miliki. Karena pada hakikatnya, semua itu hanya pemberian dan titipan saja. Pemberian yang datang untuk disyukuri, dan titipan yang hadir untuk dijaga baik-baik.

Dua hal yang bisa kita lakukan atas apa yang kita miliki, berharap dihujani keberkahan atasnya lalu menambah kalimat syukur agar apa yang didapat kian berlimpah.

Komentar

Site Footer

%d bloggers like this: