Wahana Bermain

Hidup ini seperti di Dunia Fantasi. Di dalamnya terdapat berbagai macam wahana ‘bermain’. Ada yang membuat kita tertarik untuk bermain di sana. Ada juga yang sebaliknya, tidak membuat hati kita tergerak untuk merasakan asiknya bermain di sana. Wajar. Wahana-wahana yang tersedia tidak dibuat untuk menyenangkan semua orang, tetapi untuk memfasilitasi ragam ‘kesenangan’ masing-masing orang.

Saat ketertarikan seseorang bertemu dengan tawaran dari wahana yang ada, terjadi sebuah simbiosis mutualisme antar keduanya. Wahana terkunjungi merasa ‘senang’ didatangi oleh orang-orang yang tertarik padanya. Pun dengan orang yang mencicipi wahana tersebut, ia mendapatkan ‘kepuasan optimum’ saat ‘bermain’ di dalamnya. Dengan suatu kondisi, jika dan hanya jika keduanya berproses secara maksimal.

Oke. Ambil permisalan nyata. Di kampus, misalnya. Terdapat berbagai macam ‘wahana’ yang tersedia bagi mahasiswa untuk ‘bermain’ di sana. Taruhlah, sebut saja ada wahana yang bernama organisasi, akademik, kompetisi, entrepreneur, sosial movement. Mungkin masih banyak lagi ragam wahana yang tersebar di kampus. Tapi lima wahana tadi bisa disebut sebagai wahana paling laris dikunjungi.

Organisasi sangat kental dengan kata politik. Orang-orang yang ‘bermain’ di sini pada umumnya adalah orang yang senang dengan dunia kepemimpinan, aktivitas dinamis, atau forum kajian. Wahana ini banyak bermain di tataran kebijakan. Aktivitas seperti tukar pikiran, praktik seni berkomunikasi, isi buku agenda pekanan, menjadi agenda harian di wahana ini. Tiada hal yang paling mereka harapkan selain keadilan dalam sebuah kebijakan sehingga kondisi sejahtera tercipta.

Di dunia akademik, capaian-capaian tertinggi dalam hal indeks prestasi menjadi salah satu konsen orang-orang yang berkecimpung di sini. Walau tentu pemahaman akan materi dan detail dari penyampaian materi di kelas adalah fokus utama mereka. Tidak ada orang yang dapat menahan aliran ilmu dari mulut orang-orang ini. Karena memang, mereka mendedikasikan diri mereka untuk memperdalam apa yang sedang mereka pelajari. Sebuah kesenangan tersendiri bagi mereka, saat mereka dapat berbagi apa yang mereka fahami pada sesamanya.

Entrepreneur bermakna luas, memang. Tapi, yang dimaksud di sini adalah sebuah profesi yang bertema bisnis. Di kampus teknik sekalipun, wahana ini tidak kalah pamornya. Mereka yang senang dengan neraca ekonomi, peluang dan resiko, serta keberanian untuk terjun di hal yang baru adalah karakteristik dari orang-orang yang ‘bermain’ di wahana ini. Membuka lapangan kerja baru untuk membantu mereka yang pengangguran tentu menjadi tujuan utama mereka di samping berbicara masalah cashflow.

Wahana yang mengedepankan achievement pribadi dan atau satu kelompok kecil tertentu, katakanlah bernama kompetisi. Mereka yang memiliki ketertarikan ‘bermain’ di wahana ini terlihat gemar untuk mencari peluang yang dapat menaikkan kapasitas pribadi dan luasnya jaringan. Yang menjadi lur biasa adalah saat orang-orang ini berunjuk gigi dengan mereka yang bukan berasal dari negeri ini. Bertukar gagasan, kreasi, dan budaya. Karena ternyata, Indonesia sebenarnya sangat mampu bersaing dengan dunia luar.

Terakhir, social movement. Wahana yang sedang menjadi trending topic di waktu kini. Gerakan-gerakan community development, community service, mulai menjamur di kalangan mahasiswa. Dari mulai aspek pendidikan, sosial, ekonomi, dan lain sebagainya. Jiwa sosial tinggi menjadi ciri khas dari kepribadian mereka. Menjamah apa yang tidak terjamah oleh pihak yang berwenang. Bisa dibayangkan betapa banyak masyarakat yang tertolong oleh volunteerism mereka ini.

Jika dilihat dengan seksama, kelima wahana ini pada akhirnya bermuara pada satu : Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

Dan kampus ini menjadi pijakan awal sebelum berjibaku di dunia nyata. Wahana pembelajaran, wahana mencari jawaban, wahana pembiasaan, wahana ‘bermain’ yang paling tepat. Oleh karenanya, sungguh sangat disayangkan ketika wahana ‘bermain’ ini tidak dimaksimlkan. Akan ada banyak permasalahan yang tidak terselesaikan di masa depan ketika optimalisasi wahana ini masih belum maksimal di masa kini.

Ini menjadi catatan untuk kita, kita semua dengan ketertarikan kita masing-masing. Untuk yang berpolitik di wahana organisasi, untuk yang bereksperimen di dunia akademik, untuk yang berbisnis di dunia Entrepreneurship, untuk yang berjelajah di dunia kompetisi, untuk yang bersosialisasi di dunia social movement, kita memiliki tugas untuk berproses maksimal selagi kesempatan ini masih terbuka lebar.

10.000 jam proses maksimal di saat ini akan menjanjikan 10.000 kebermanfaatan di masa depan. Dan semua kebermanfaatan dari lahan kerja nanti, bermula dari optimalisasi wahana ‘bermain’ yang kita lakukan hari ini.

Selamat ‘bermain’!

Komentar

Site Footer

%d bloggers like this: