Titik Terbawah

Assalamualaikum, Yah..

Udah lama ga nyapa Ayah. Semoga sekeliling Ayah masih lapang dan terang.

Zaky mau menyampaikan salam rindu buat Ayah dari Mamah, De Rifa, ama De Geca. Sampe saat ini, apa yang Zaky liat di rumah sedikit banyak masih sama kayak sesaat setelah Ayah pergi tempo lalu. Mamah yang terkadang tetiba berkaca-kaca di tengah kesibukannya di rumah. De Rifa yang masih ga mau mengakui kalo Ayah udah ga ada. De Geca yang ga pernah engga membicarakan Ayah, membanggakan Ayah.

Memang. Kepergian Ayah terlalu mendadak. Satu sisi, kami merasa belum siap. Tapi sisi lain, kami ga bisa berbuat apapun karena itu udah kehendak Allah dan sepertinya Allah udah rindu ingin ketemu Ayah. Semoga Allah senantiasa memuliakan Ayah.

Yah, mau sedikit cerita.

Akhir-akhir ini Zaky lagi merasa sedang berada di titik terbawah dalam hidup. Entah mengapa. Serasa berada pada masa dimana Allah ingin mengajari Zaky banyak hal. Tentang segala hal yang berhubungan dengan pribadi, juga tentang segala hal yang berhubungan dengan orang lain : keluarga, organisasi, asrama, dan persahabatan.

Terkait hal pribadi. Zaky sekarang merasa kayak lagi sendiri Yah. Rindu sms Ayah di jam-jam segini. Ayah yang selalu bertanya kabar Zaky di setiap pagi atau malam hari dan cerita singkat tentang hal-hal menarik yang Ayah lakukan atau temui di hari itu. Sms yang dulu Zaky anggap biasa aja, kini benar-benar Zaky rindukan.

Rindu nasihat Ayah juga. Nasihat Ayah seringkali hadir di waktu yang tepat. Dan selalu ada di saat Zaky ingin minta pandangan, terkait apapun. Di titik ini, sejujurnya Zaky ingin minta pandangan dan nasihat Ayah. Tentang semua yang sedang Zaky alami. Akademik, organisasi, keuangan, dan masa depan.

Terkait hal yang berhubungan dengan orang lain. Mungkin ga banyak yang bisa Zaky ceritain. Intinya adalah keluarga masih autopilot, organisasi sedang masuk turbulensi di akhir-akhir, masa peminaan di asrama sudah mau selesai, hubungan dengan sahabat-sahabat, dan sahabat spesial sedang fluktuatif.

Maaf Yah, mungkin memang ga baik banyak mengeluh. Tapi terkadang hal-hal yang sedang bersemayam di dalam hati ingin Zaky ungkapkan juga. Zaky cerita seperti ini bukan berarti Zaky pasrah gitu aja sama keadaan. Ini lagi recovery diri Yah. InsyaaLlah.

Semoga Zaky setelah bisa memerankan fungsi Zaky yang sekarang dengan baik. Sebagai pengganti Ayah, sebagai calon kepala keluarga, sebagai mahasiswa tingkat akhir, sebagai bagian dari lingkungan, sebagai Muslim utamanya.

Sampai ketemu di lain cerita, Yah.

0 comments: On Titik Terbawah

Komentar

Site Footer

%d bloggers like this: