Terasa Lebih Mudah

ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

…Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu…

(Al-Baqarah: 185)

Sadar atau tidak sadar, mengamalkan sesuatu di bulan Ramadhan itu terasa lebih mudah. Pergolakan batin saat hendak meniatkan sesuatu yang bernilai ibadah, baik ibadah ritual maupun muamalah, relatif lebih mudah didamaikan. Walau mungkin dalam satu-dua kesempatan, ada niatan baik yang terurung. Namun, jika mencoba berdiam sejenak dan me-recall setiap amalan-amalan yang terlaksana di bulan Ramadhan ini, seketika akan menyadari, bahwa mengamalkan sesuatu di bulan Ramadhan ini memang terasa lebih mudah.

Menantang diri sendiri dalam satu list targetan pun terasa lebih mudah. Seolah ada semacam energi yang datang entah dari mana. Mendorong innerself ini untuk berjuang sekuat tenaga melawan batasan-batasan, yang mungkin belum pernah terlewati sebelumnya. 

Quran, di bulan-bulan lain, mungkin dalam satu hari hanya mampu dipecah menjadi satu juz, atau setengah juz, atau kurang dari itu, atau lebih dari itu. Entah mengapa di bulan Ramadhan ini, daya juang dalam membaca Quran berlipat menjadi dua atau tiga kali lipat dari biasanya. Yang biasa setengah juz perhari misal, kini mampu menghabiskan satu juz atau lebih dari itu. Effort yang biasanya hanya mampu membuahkan setengah juz, kini dengan effort yang kurang lebih sama mampu membuahkan satu juz atau lebih. Serasa daya juang dalam membaca Quran bertambah, menembus batasan-batasan yang menjadi standar biasa sebelumnya.

Begitu pun dengan amalan-amalan lain. Sedekah, membaca buku, ikut kajian keislaman, dan lain sebagainya relatif lebih mudah terlaksana. Seolah pintu-pintu menuju kesana terbuka lebar dan jalan-jalan yang mengarah kesana minim hambatan. Sehingga membuat Ramadhan menjadi fase ‘lebih sholeh’ dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.

Sekilas, mungkin semua itu disebabkan faktor lingkungan. Bagaimana tidak, acara-acara televisi banyak dihiasi oleh nuansa Ramadhan, talim-talim di masjid-masjid marak diadakan, ajakan-ajakan untuk bersedekah banyak ditemui dalam broadcast-broadcast pesan instan, tausiyah-tausiyah singkat beruntun masuk dalam kotak pesan. Lingkungan Ramadhan menciptakan atmosfer yang mengajak setiap orang untuk masuk tingkat keshalehan yang lebih tinggi.

Padahal sejatinya, sesuai dari penggalan kalamullah di atas, kemudahan-kemudahan yang dirasakan di bulan Ramadhan ini adalah buah Kemurahan Hati Allah bagi setiap hambaNya. Karena di bulan Ramadhan ini, Allah menginginkan kemudahan bagi hamba-hambaNya untuk banyak berinteraksi denganNya. Banyak meminta, banyak melakukan berbagai macam aktivitas kebaikan bernilai ibadah yang dimulai dengan menyebut namaNya. Agar setiap hambaNya men-treasure Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya.

Kemudahan yang Allah beri di setiap Ramadhan adalah agar setiap dari hambaNya menyadari bahwa bulan ini adalah bulan terbaik dalam membangun habit kebaikan. Dalam membangun kebiasaan yang mungkin sulit dibiasakan jika dilakukan di bulan-bulan lainnya. Dan 30 hari adalah waktu yang pas untuk mengokohkan kebiasaan. Sehingga satu habit kebaikan yang tercipta di bulan Ramadhan akan membentuk satu karakter baru di 11 bulan lainnya.

Satu kunci yang harus dicatat: aktivasi niat. Kemudahan-kemudahan tersebut tak akan terasa jika niat tidak diaktivasi. Setiap orang bisa memiliki niat, tapi tak semua orang bisa mengaktivasi niat itu untuk kemudian menjadi sebuah tindakan nyata.

Jika masih sulit untuk memulai sesuatu di bulan Ramadhan ini, percayalah, itu bukan karena Syaitan yang membisikkan sesuatu. Itu karena 11 bulan sebelumnya, daya aktivasi niat hanya sebesar itu. Dan raga ini sudah terbiasa dengan daya sebesar itu. Jika tubuh dan pikiran ini mau mengeluarkan daya aktivasi lebih besar dari biasanya, maka kemudahan-kemudahan yang Allah beri di bulan Ramadhan ini akan terasa begitu nyata. Hal-hal yang mungkin pada 11 bulan sebelumnya dianggap ‘sulit’, kini mengalir begitu saja.

Bahwa kemudahan di Ramadhan ini bukanlah sugesti. Karena hal ini adalah janji yang Allah firmankan sendiri. Saatnya bersama membaca peluang, bahwa Ramadhan adalah opportunity investment yang paling menjanjikan. Selain bulan ini adalah bulan terbaik untuk membangun habit, di bulan ini juga setiap niat yang termanifestasikan dalam amalan-amalan kebaikan in syaa Allah akan terasa lebih mudah.

Wallahualam.

Komentar

Site Footer

%d bloggers like this: