Tak Mengerti

Hingga detik ini, aku masih tak mengerti apa yang membuat hatimu teguh padaku. Dulu, aku dan kamu bukan dua orang yang gemar bertukar kata, seingatku. Jangankan di dunia nyata, di dunia maya dan pesan singkat pun, aku rasa tidak banyak rekam interaksi antara kita. Mungkin bisa aku hitung jari berapa jumlahnya, bahkan. Padahal, yang aku tahu, rasa menguat seiring banyaknya kesalingan dalam berkomunikasi. Entah, apa paradigmaku yang salah selama ini.

Hingga detik ini, aku masih tak mengerti apa yang membuat hatimu teguh padaku. Padahal dulu, aku dengan sengaja menghindari interaksi denganmu. Bukan karena tidak mau, tapi karena tidak ingin. Tidak ingin interaksi denganmu yang bagiku spesial itu terjadi di saat yang belum tepat. Jika kamu tanya alasannya, aku juga tidak tahu. Karena memang aku orangnya begitu. Aku lebih memilih untuk menyimpan apa yang ingin aku ucapkan pada wanita yang aku menaruh rasa padanya.

Hingga detik ini, aku masih tak mengerti apa yang membuat hatimu teguh padaku. Aku masih mengandalkan kasih orang tua untuk makan. Walau alhamdulillah biaya kuliah Allah atur melalui beasiswa. Namun, kamu pun tahu, aku masih belum berpenghasilan. Bahkan, terpikirkan untuk mencoba serius ke sana pun belum. Aku masih senang berorganisasi, aku masih senang mencari hal baru. Apa kamu tidak merasa gelisah bersanding dengan seseorang yang masih meraba keadaan? Mengapa kriteria lelaki mapan tidak masuk dalam pertimbangan?

Hingga detik ini, aku masih tak mengerti apa yang membuat hatimu teguh padaku. Aku tidak tahu, apa yang membuatmu menyimpan rasa itu sejak lama. Aku tidak tahu, bagian mana dalam diriku yang membuatmu harus menunggu sejak lama. Aku tidak tahu, apa yang kamu pikirkan hingga kamu cukup bersabar sejak lama. Aku tidak tahu. Aku rasa, aku hanya orang biasa dengan mimpi seadanya. Aku rasa, aku tak lebih dari lelaki yang masih mencari jati diri. Lalu, mengapa?

Ya, aku tahu, bahwa semua ini sudah diatur sedemikian rupa oleh Sang Pencipta. Tidak ada sehelai daun pun yang jatuh tanpa sepengetahuanNya. Tidak ada satu semut hitam di dalam gelap pun yang luput dari penglihatanNya. Di sini, aku hanya ingin memahami apa sebenarnya yang ada di dalam benakmu. Apa sebenarnya yang membuat hatimu teguh padaku. Hanya itu.

Mungkin di suatu saat, kamu akan bercerita. Jika pun tidak, aku akan memintamu untuk bercerita. Dan kamu harus bercerita, dengan segala memori dan rasa yang kamu punya. Kamu mau, kan?

Terlepas dari itu, dalam belahan pikiranku yang lain, aku meyakini, Sebut Nama yang aku panjatkan dan Pendam Rasa yang kamu simpan adalah bentuk harap yang kini Allah berikan jawabannya. Semoga Allah menyampaikan usia di hari tertakdir nanti.

Selamat menunggu, hei kamu yang sedang berada di sana.

0 comments: On Tak Mengerti

Leave a Reply to Denny Reza Kamarullah Cancel reply

Site Footer

%d bloggers like this: