Senyuman Bahagia

Satu. Dua. Tiga. Empat.

Sudah hampir genap lima bulan aku menemani pagi, siang, dan malammu. Menjadi teman tuk kamu berbagi cerita, ruang tuk kamu menumpahkan rasa, dan tempat tuk kamu berkeluh kesah. Tak seperti lima purnama sebelumnya, kini aku merasa, bahwa aku telah menjadi pangeranmu sepenuhnya.

Catatan waktu, jika kamu perhatikan, telah merekam banyak memori tentang kita berdua. Semenjak kita Memulai Kembali kebersamaan yang sempat tertabir jarak dan waktu, memori kenangan itu kini semakin meraksasa. Tentu tak semua memori itu membuat hati bermekar bunga, karena suatu niscaya, riak sesekali muncul tuk memendungi hati yang sedang bersuka cita.

Meski begitu, tak sedikit pun semua itu melucuti bahagia yang aku rasa. Sebab dalam bahagiaku, kebersamaan kita, adalah definisi yang paling utama. Berbincang denganmu, adalah hal yang paling kutunggu. Bercanda tawa denganmu, adalah hal yang setiap hari kunanti. Dan berjalan bersamamu, bagiku, adalah suatu kebahagiaan tersendiri.

Kamu juga merasakan hal yang sama, kan?

Apalagi kini, buah hati kita telah turut melengkapi kebersamaan kita. Bagiku, hadirnya ia, semakin menambah daya bahagia. Hari-hari memang terasa sedikit berubah. Namun, perubahan-perubahan itu selalu menjadi urutan ke sekian. Sebab senyum yang tersimpul kala kita bermain bersamanya selalu berada di urutan yang pertama.

Atas semua konspirasi semesta yang hingga akhirnya mengantarkan kita pada titik ini, aku ingin mengatakan satu hal padamu, bahwa bersamamu, 

Aku bahagia.

 

Komentar

Site Footer

%d bloggers like this: