Satu Tahun

Satu tahun sudah aku dan kamu hidup bersama.

Tak terasa, Senyuman Bahagia itu sudah memekar satu tahun lamanya. Di bawah naungan nikmat dan karuniaNya yang tak terhingga, aku ingin mengucap syukur tak terhingga atas segala kemurahan hatiNya. Ia, yang telah mempertemukan aku denganmu. Mempersatukan aku denganmu. Mengizinkan mitsaqan ghaliza terikat antara aku denganmu.

Alhamdulillah.

Membersamaimu selama setahun ini, memunculkan satu kesan tersendiri bagiku. Membantumu memasak, mengantarmu berbelanja, memandangimu saat tidur, melihatmu berwajah cemberut, menjagamu saat sakit, menemanimu beraktivitas, dan banyak lagi rangkaian kisah cinta bersamamu yang menjadi pemanis dalam kisah hidupku. Tak berlebihan jika aku berkata, engkau adalah oasis di kala dahaga dan permata yang tiada dua.

Aku mungkin bukan pasangan yang terbaik. Tapi bersamamu, aku selalu berusaha menjadi yang terbaik. Aku mungkin tak sebegitu romantis. Tapi hadirnya dirimu, selalu membuat hidupku serasa paling romantis. Aku seringkali merasa bukan aku, jika tak ada kamu yang selalu setia mendampingi. Karena bagiku, kamu adalah anugerah terindah yang pernah kumiliki.

Terima kasih.

Atas segala kerelaan, keikhlasan, kesabaran, ketaatan, keramahan, kemurahan hati, pengorbanan, kasih sayang, dan cinta yang senantiasa kamu hujani setiap hari. Semua yang kamu beri, tersimpan rapi di dalam hati.

Sungguh, rangkaian kisah satu tahun ke belakang menggoreskan banyak kesan. Tak mampu aku tuangkan semua dalam tulisan. Izinkan aku merangkum semua yang kurasakan selama ini dalam lima kata:

Aku mencintaimu, dan aku bahagia.

Komentar

Site Footer

%d bloggers like this: