Rumah Baru

Alhamdulillah kami, saya dan istri, dikasih rezeki buat berpindah rumah ke tempat yang lebih besar dari yang sebelumnya. Rencana ini udah disetting sejak lama sebenernya. Sejak kami dapat kabar kalo kami dikaruniai seorang putra. Alasan pindah rumahnya adalah supaya dede dapet tempat yang proper saat harus dikasih mimi. Selain itu, dalam opini kami, dede memang sebaiknya punya ruangan sendiri. Karena rumah sebelumnya one room, jadi ruang untuk menyambut tamu dan ruang tidur berada satu lokasi.  Rumah yang sekarang two room sehingga kamar tidur dan ruang tamu terpisah. Jadi, kalo sewaktu-waktu dede harus dikasih mimi di saat sedang ada tamu, istri tak usah mencari tempat yang tersembunyi jauh buat kasih mimi. Selain itu juga, kami rasa, di rumah yang sebelumnya, space main untuk dede nanti sempit.

Sedikit informasi. Sejauh yang saya tau, apartemen reguler di sini terdiri dari tiga jenis. One room, two room, dan three room. Apartemen reguler diperuntukkan buat kalangan menengah atau foreigner biasanya. Harganya tentu menyesuaikan jumlah room nya. Semakin banyak room nya semakin mahal pastinya. Kisaran one room sekitar 180rb-210rb won perbulan. Two room sekitar 230-350 rb won perbulan. Three room di atas itu berarti. Da kami mah apa atuh, dapet two room murah oge sudah Alhamdulillah haha. Alasan yang lain adalah jika sewaktu-waktu ada sanak famili atau kerabat yang tinggal di sini. Jadi bisa spare tempat tidur. Kebayang kalo di rumah yang sebelumnya, pasesedek jigana. Soalnya, dalam periode waktu tertentu, akan ada keluarga yang berkunjung kesini. Semoga Bapak, Ibu, Mamah, Adek-adek semua diberi kesempatan mengisi rumah ini suatu hari nanti.

Nah, atas dasar itulah, kami memutuskan untuk pindah rumah saat itu. Walau sebenernya rumah sebelumnya dirasa masih cukup nyaman dan lebih hangat dibandingkan dengan rumah yang sekarang karena letaknya di lantai 2. Untungnya, kami mendapatkan rumah baru yang tak jauh dari rumah sebelumnya. Tepatnya satu building seberang rumah kami sebelumnya. Dan berkat bantuan senior kami, Mas Nanang, serta aktivitas tawar-menawar yang cukup dramatis, alhamdulillah kami mendapatkan harga sewa yang tak jauh berbeda dengan harga sewa rumah sebelumnya. Harga sewa rumah kami yang sekarang tergolong cukup murah dibandingkan dengan kolega rumah kami yang lainnya.

Sebelumnya, kami sempat khawatir. Bagaimana cara memindahkan barang-barang dari rumah lama ke rumah baru. (Nya pindahkeun weh cenah). Pasalnya, barang-barang kami cukup banyak. Apalagi baju-baju istri. Ga jauh sih distribusi barang-barangnya, tapi naik turun tangga nya itu loh yang cukup menguras tenaga. Tapi, Alhamdulillah bala bantuan datang. Thanks to Mba Nisa, Mba Indri, Mba Winda, Mas Mori yang udah bantu pindahan. Iklan. Yang saya rasakan, kekerabatan sesama orang Indo disini cukup kuat. Asas minoritas kali ya. Membuat ikatan sesama minoritas jadi semakin kuat. Kadang membuat saya juga ingin membantu siapapun orang Indo di sini yang butuh bantuan. Mungkin mereka merasakan hal yang sama juga kali ya. Mereka bersedia membantu dengan senang hati waktu kami pindahan.

Pergerakan untuk packing dan bebersih rumah yang lama dimulai bada shubuh. Setahap demi setahap setiap pojok ruangan mulai terlihat bersih. Dimulai dari kamar mandi, terus dapur. Semua barang-barang yang terletak di pojokan dan sisi rumah berkumpul semua di tengah. Membuat rumah bak kapal tergores gletser. Mendaki tangga lewati zebra cross. Akhirnya, semua perpindahan barang-barang itu berakhir di sekitar ashar. Bada ashar, barang sudah tertata rapi, sudah disapu dan dipel. Tinggal bobo.

Dan. Mungkin rumah ini yang akan menjadi saksi kehidupan kami hingga kami pulang kembali ke Indonesia nanti. Semoga. Semoga juga ga pindah rumah lagi haha. Anyway, setelah beberapa hari ditinggali, rumah sekarang juga nyaman juga ternyata. Ada banyak space. Ruangan demi ruangan bisa ditarik maksimum fungsionalitasnya. Naon. Alhamdulillah.

0 comments: On Rumah Baru

Leave a Reply to Anggita Cremonandra Cancel reply

Site Footer

%d bloggers like this: