Penantian dan perjumpaan

Dua kata ini bukanlah sebuah sebab akibat. Karena, tidak selamanya penantian menghadirkan perjumpaan di akhir, dan tidak semua perjumpaan diawali oleh penantian. Namun, dua kata ini dapat menjadi sebab akibat, manakala disisipi oleh dua kata lain bernama ikhtiar dan tawakal. Setidaknya untuk konteks bertemakan jodoh.

Terlalu cepat menamai status dua insan yang berada dalam suatu ikatan selain nikah dengan sebutan jodoh. Karena sejatinya, status jodoh hanya layak diberikan bagi mereka yang telah sama-sama berikrar dalam sebuah mistaqan ghaliza, perjanjian kokoh yang bahkan disetarakan dengan perjanjian Sang Khaliq  dan utusanNya, serta perjanjian antara Allah dan umatNya. Oleh karenanya, tak bisa sembarangan dalam berucap tentang jodoh.

Akan terdapat banyak kisah dibalik dua insan yang telah berjodoh. Namun, selalu saja tertegun mendengar kisah bertajuk ikhtiar dan tawakal dari mereka yang pada akhirnya berstatus jodoh. Seolah mereka tak pernah habis usaha, agar segala rasa penasaran yang hinggap dapat terjawab. Seolah mereka tak bosan berdoa, agar pasangannya kelak adalah pasangan yang dapat menemaninya hingga nanti di syurga. Seolah mereka tak berhenti bertawakal, agar saat perjumpaan nanti berakhir pada rusuk terbaik pilihanNya.

Memang, bentuk penantian setiap orang berbeda-beda. Dan akhir dari penantian itu juga tidak pernah sama. Namun, sisipan dari keduanya selalu mirip, ikhtiar dan tawakal. Dua hal yang sangat pas untuk disisipkan pada  penantian dan perjumpaan. Saat penantian berbuah perjumpaan yang diharapkan, dan saat perjumpaan tidak lagi memandang sia-sia sebuah penantian, itu lagi-lagi dikarenakan adanya ikhtiar dan tawakal.

Tak bisa diremehkan. Karena, konsep jodoh tidaklah sama dengan konsep harta karun, dan tidak juga sama dengan konsep uji coba. Ada sebuah proses yang tak hanya melibatkan diri sendiri, karena jodoh terlalu istimewa jika harus disandingkan dengan usaha pribadi. Lebih dari itu, jodoh adalah konspirasi Sang Khaliq, karena hanya Ia yang tahu segala rahasia dan memahami segala rasa. Maka, tak ada cara lain selain menunjukkan usaha terbaik, meminta dengan cara terbaik, dan berserah diri dengan posisi terbaik.

Penantian mungkin akan terasa panjang, tapi percayalah, tak ada penantian yang sia-sia ketika ikhtiar dan tawakal membersamai. Perjumpaan mungkin akan terasa sulit ditemui, tapi percayalah, tak ada perjumpaan yang paling membahagiakan ketika ikhtiar dan tawakal membersamai.

Akan ada sebuah harga yang harus dibayar untuk sebuah penantian yang tidak sia-sia dan perjumpaan yang membahagiakan. Dan itu semua dimulai dari pemaknaan sebuah penantian dan perjumpaan. Pemaknaan akan sisipan dari keduanya, ikhtiar dan tawakal.

Komentar

Site Footer

%d bloggers like this: