Para Penghafal Cilik

Selalu terharu setiap kali menyaksikan tayangan televisi yang memperlihatkan kebesaran Allah lewat para penghafal Quran. Alhamdulillah, diantara sekian banyak tayangan di televisi, masih ada tayangan yang mampu memberikan inspirasi, menggugah hati, serta menumbuhkan semangat untuk senantiasa menjaga interaksi dengan Quran. Maha Suci Allah. Semoga Allah senantiasa memuliakan siapa pun yang berusaha untuk menjaga dan mensyiarkan Quran.

Sudah menjadi janji Allah untuk menjaga keutuhan Quran. Bahwa hingga hari akhir nanti, tidak akan ada satu potongan ayat, bahkan satu buah huruf pun yang akan berubah dari komposisi Quran. Dan terbukti, di hari ini, tidak ada yang berubah sedikit pun dari komposisi Quran semenjak Quran dibumikan dari Lauh Mahfudz. Dan akan terus terjaga hingga Quran yang berbalik menjaga manusia dengan syafaatnya. InsyaAllah.

Allah menjaga Quran melalui hambaNya, para penjaga Quran. Mereka yang dengan semangat berinteraksi dengan Quran, berlama-lama dengan Quran, dan menjadikan Quran bagian dari keseharian. Tidak hanya sekedar membacanya, namun juga menghafalkannya. Tidak peduli sesulit apapun kondisinya, karena menurut mereka, surga Allah sudah cukup menjadi motif dan alasan mereka mau berlelah-lelah menjaga Quran.

Diantara sekian banyak para penjaga Quran, satu yang selalu menimbulkan rasa hormat, adalah mereka para penghafal cilik. Di usia mereka yang masih belia, tersimpan kalam-kalam Allah yang jumlahnya tidak sedikit. Selalu tak kuat menahan air mata, setiap kali mendengar mereka melantunkan kalam Allah dengan fasih dan lancar. Selalu merasa sesak dalam dada, setiap kali mendengar jumlah hafalan mereka di usia mereka yang masih kanak ini. Merasa, bahwa betapa kesia-siaan telah mewarnai keseharian selama ini.

Ada yang bertekad menyelesaikan hafalan Quran di usia 10 tahun. Ada yang melantunkan Quran dengan suara indah seperti yang dimiliki imam-imam besar Makkah dan Madinah. Ada yang menyisipkan Quran di setiap perkataannya. Ada yang semangat menambah hafalan karena ingin masuk surga bersama orang tuanya. Ada yang memahami Quran bersamaan dengan artinya. Dan semua tekad, pemahaman, kelebihan itu hadir dalam dada mereka yang masih anak-anak. Subhanallah.

Tentu, hebatnya mereka para penghafal cilik tidak terlepas dari hebatnya kesabaran orang tua mereka dalam mendidik dan menanamkan Quran di dada anak-anak mereka. Di tengah jerih payah mereka berjualan, menggarap sawah, mengajar, mencari penghidupan, mereka masih sempat untuk membersamai anak-anak mereka dalam menjaga Quran. Menanamkan semangat menghafal Quran dan membuat anak-anak mereka mencintai Quran.

Jika diberikan satu kesempatan dalam mendidik anak, ingin sekali memiliki semangat membesarkan penghafal Quran sedari mereka kecil. Menjadikan Quran teman mereka kemudian menyaksikan mereka menjadi bagian dari pasukan Allah dalam menjaga keutuhan Quran. Menghafal bersama, mentadaburi bersama, mengamalkan bersama. Semoga dipertemukan dalam satu surga Allah bersama.

Allahummarhamna bil Quran

Komentar

Site Footer