Musik, Rasa, Memori

Musik saat ini telah menjadi alternatif lain yang dapat dipilih seseorang untuk menemaninya dalam kesendirian. Bahkan, tak sedikit yang menjadikan musik instrumen wajib dalam melengkapi setiap aktivitas sehari-harinya. Jogging, belajar, jalan-jalan, atau hanya sekedar duduk terdiam saja seringkali tak lepas dari sentuhan si musik ini.

Namun buat saya, musik tak hanya sekedar melengkapi sisi lain dari serangkaian aktivitas pribadi, tapi terkadang, musik seringkali membawa saya pada suatu memori tertentu. Entah itu sebuah kenangan berharga atau hanya sekedar kejadian biasa yang tak dinilai spesial. Tapi satu hal yang pasti adalah saat saya mendengar musik itu, seolah musik itu membuka setiap lembar memori dan mereka ulang kejadian-kejadian yang terlibat, kejadian yang saya alami tepat bersamaan dengan saat saya mendengar musik itu.

Sebagai sebuah gambaran.

Saya memiliki beberapa buah lagu yang ketika saya mendengar intronya saja bahkan, seketika saya teringat akan suatu memori di masa silam. Dan semua terjadi secara otomatis. Tanpa saya minta, tanpa saya coba ingat-ingat. Suatu memori tertentu muncul seketika tepat sesaat setelah saya mendengar musik itu.

Dang-Dang – OST Eyeshield 21

Saat dengar lagu ini, langsung saya teringat pada sebuah game : Knight of Lodis. Sebuah game di console GBA yang sempat saya mainkan saat masih di usia SMA dulu. Setiap kali lagu ini di putar, entah mengapa nama game ini yang seketika muncul, lengkap dengan memori saat main dan suasana sekeliling kamar saat itu. Memang, dulu, setiap kali main game ini, dan setiap kali mencapai klimaks dari game ini, selalu saja bersandingan dengan berputarnya musik ini.

Marry You – Bruno Mars

Dengar pertama kali lagu ini tu main ke rumah Irfan Hilmy di Banten sekitar dua tahun silam. Saat pertama kali diperdengarkan, telinga saya langsung klik, karena merasa memang pernah dengar lagu ini sebelumnya. Namun saat itu, belum tahu judul lagunya apa dan penyanyinya siapa. Lagu ini cukup intens diputar waktu itu. Hampir di setiap petikan momen. Jadi, entah mengapa, saat mendengar kembali lagu ini sekarang, seolah semua tawa, semua cerita, semua canda teringat kembali.

I’m Alive – Celine Dion

Setiap kali dengar lagu ini, saya langsung ingat masa-masa saya berkecimpung di dunia MLM. Ya, saya pernah hampir setahun bergelut di dunia ini. Dulu, lagu ini seperti memberikan suntikan semangat tersendiri. Momen-momen dimana lagu ini diputar menjadi sebuah backsound dari video motivasi. Lagi-lagi, setiap kali dengar lagu ini, semua memori saat saya ada di pertemuan rutin, isi video motivasi, percakapan dengan kawan-kawan di sana mencuat kembali.

Sunday – Babystar

Nada. Muhammad Nada Permana. Ini orang yang pertama kali mengenalkan lagu ini ke saya. Pertama kali dengar lagu ini dari mulutnya, saat tergabung di Paskibra SMA 5 Bandung dulu. Hampir setiap datang ke ranggon (sekretariat paskibra SMA 5), dia hadir dengan lantunan lagu ini di mulutnya. Tapi saya akui, lagu ini memang enak di dengar. Setiap kali dengar lagu ini langsung terngiang kembali suasana ranggon waktu itu. Asik, rame, penuh tawa. Dan seketika ingat kembali wajah kawan-kawan perusuh ranggon.

Marry Your Daughter – Brian McKnight

Lagu ini mengingatkan masa-masa Kerja Praktek (KP) di Jakarta silam. Ada suatu kejadian yang membuat lagu ini sering diputar. Bahkan hampir di setiap berangkat kantor. Dan setiap lagu ini diputar, langsung teringat bagaimana kondisi kamar saat hendak ditinggalkan pergi, suasana pagi kota Jakarta, padatnya busway atau angkot (karena terkadang naik angkot ke kantor). Perjalanan Grogol – PIK menjadi arena dimana lagu ini diputar.

Dan masih banyak lagi lagu lain.

Pada intinya, merasakan apa yang dirasakan selama ini, saya berkesimpulan (sementara) bahwa lagu ternyata dapat membawa kita pada suatu kondisi dimana suatu bahkan banyak memori dapat muncul seketika, dengan sendirinya. Saat sebuah rasa dilibatkan di sana. Entah bagaimana mekanisme alamnya, rasa ini seolah menjadi katalis tersimpannya memori suatu kejadian tertentu saat diiringi sebuah lagu. Bahkan untuk hal yang mungkin tidak kita rencanakan untuk diingat sekalipun.

Terlintas mencoba berpikir dari arah sebaliknya. Mungkinkah untuk mengingat sebuah momen penting dalam hidup harus ditrigger oleh sebuah lagu agar memori itu tersimpan lama dan sewaktu-waktu bisa dipanggil ulang? Tidak tahu juga.

Tapi, mau bertanya, apakah kamu merasakan hal yang sama?

Komentar

Site Footer

%d bloggers like this: