Momentum Dibalik Ramadhan

Ramadhan sejatinya adalah bulan yang sangat dinanti oleh seluruh umat Muslim. Pasalnya, bulan ini merupakan salah satu bulan istimewa di dalam Islam. Bagaimana tidak, banyak nash yang menceritakan kemuliaan Ramadhan ini. Pahala ibadah dilipatgandakan, dosa-dosa diampuni, terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, dan masih banyak lagi keutamaan-keutamaan yang lainnya.

Walau telah disebutkan begitu banyak keutamaan dan kemuliaan Ramadhan, pada akhirnya penyikapan terhadap Ramadhan kembali pada individu masing-masing. Ada orang-orang yang menganggap Ramadhan tidak ada bedanya dengan bulan-bulan lainnya, namun tidak sedikit pula orang-orang yang mengistimewakan Ramadhan sehingga mereka mempersiapkan pertemuan dengan Ramadhan ini jauh di bulan-bulan sebelumnya.

Ramadhan adalah Momentum

 “The most important thing you can do to achieve your goals is to make sure that as soon as you set them, you immediately begin to create momentum” – Anthony Robbins

Setiap orang memiliki mimpi dan target capaian masing-masing. Target-target tersebut disajikan dalam berbagai macam metode. Ada yang menaruh target-targetnya di atas kertas kemudian menempelkannya di dinding, di buku harian, atau di buku khusus. Ada juga yang menjadikan mimpi-mimpinya sebagai display telepon genggam atau wallpaper PC. Semua itu ditujukan agar senantiasa tergerak untuk meraih mimpi dan target yang telah dirancang olehnya.

Namun, terkadang tidak selamanya semangat senantiasa hadir untuk memotivasi peningkatan kualitas diri dalam meraih mimpi. Untuk satu kali dan dua kali kesempatan, dibutuhkan satu hal yang dapat membantu mendongkrak motivasi. Hal tersebut adalah momentum. Momentum dapat dicari, ditemukan, ataupun diciptakan. Salah satu momentum yang tepat untuk mendongkrak motivasi dalam meningkatkan kualitas diri adalah bulan Ramadhan ini.

Momentum apa saja yang bisa diciptakan di Ramadhan ini?

Bagi saya pribadi, bulan Ramadhan dapat dijadikan momentum untuk introspeksi, meningkatkan kualitas dan kapasitas diri, serta menajamkan aspek spiritual. Suasana dan atmosfer Ramadhan sangat mendukung untuk menjadikan ketiga hal tadi menjadi sebuah momentum.

Momentum introspeksi. Ramadhan merupakan momen yang tepat untuk mengevaluasi diri. Diawali dengan flash back atas apa yang telah dilakukan selama ini hingga menentukan rancangan resolusi terbaik. Aspek yang dijadikan bahan introspeksi bisa meliputi kebiasaan sehari-hari, hubungan silaturahim dengan orang-orang yang dikenal, amanah yang sedang diemban, grafik kenaikan amal yaumiyah, dan besarnya usaha yang dilakukan dalam meraih target-target yang telah direncanakan. Jika sudah maksimal ditingkatkan, jika belum maksimal diperbaiki. Semua dimulai di Ramadhan ini.

Momentum peningkatan kualitas dan kapasitas. Saatnya untuk membuat list, skill mana saja yang sudah dimiliki dan mana yang belum. Kemampuan yang ingin dimiliki dapat diasah di Ramadhan ini. Sekalian agar hari-hari di Ramadhan lebih produktif. Kemampuan menulis, berbicara, dan kemampuan yang berhubungan dengan hobi adalah opsi-opsi bagus untuk ditingkatkan di Ramadhan ini. Selain itu, Ramadhan dapat dijadikan momen untuk meningkatkan kuantitas pemberian asupan gizi untuk otak dan hati sehingga kualitas dan kapasitas diri bertumbuh dari aspek ilmu dan teknis.

Momentum mempertajam aspek spiritual. Ganjaran-ganjaran yang ditawarkan di Ramadhan sudah cukup menjadi motivasi bagi kita untuk mempertajam aspek spiritual. Saatnya untuk membiasakan amalan sunnah kemudian mempercantiknya dengan menambah kuantitas dan meningkatkan kualitasnya. Bagi wanita yang belum berjilbab, Ramadhan momentum tepat untuk mulai mengenakan jilbab. Bagi yang salat wajibnya masih bolong, Ramadhan momentum tepat untuk memperbaiki lubang-lubangnya. Bagi jutawan yang berharta banyak, Ramadhan momentum tepat untuk banyak berbagi pada sesama. Peningkatan amalan wajib? Tentu itu hal yang tak perlu ditanyakan lagi. Oleh karena itu, sangat disayangkan apabila Ramadhan ini tidak dijadikan momentum untuk mempertajam aspek spiritual.

Semoga Ramadhan tahun ini menjadi momentum terbaik bagi kita untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih disayang olehNya. Amin.

 

Tulisan ini dimuat di : Okezone.com

Komentar

Site Footer

%d bloggers like this: