Celotehan

Menyuarakan Hak Pilih

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, tahun 2019 ini adalah tahun dimana pesta demokrasi dihelat. Pemilihan pemimpin tertinggi republik ini, Presiden RI, dan perwakilan rakyat yang akan duduk di kursi DPR RI dilakukan serentak. Tidak hanya di Indonesia, namun juga di berbagai belahan bumi lainnya. Pilihan yang ditetapkan oleh masing-masing WNI di manapun mereka berada, akan menentukan nasib negeri Indonesia, terutama selama 5 tahun ke depan.

Sebagai bagian dari warga negara yang dibesarkan di tanah Bumi Pertiwi, sudah selayakanya lah kita berbalas budi. Tanah Indonesia adalah tanah dimana suara kita terdengar, langkah kita berpijak, dan asrinya alam Nusantara terlihat, untuk pertama kali. Tanah dimana kita dibesarkan, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada. Di tempat ini lah kita bertumbuh, baik secara fisik, intelektualitas, emosi, sosial, nilai, dan moral.

Atas semua peristiwa dan kenangan yang tersaksikan sedari kita lahir, sudah sepantasnya kita berterima kasih pada negeri ini. Salah satunya dengan cara mencarikan seseorang yang mampu menjaga keasrian, keberagaman, dan kekayaan negeri ini. Seorang pemimpin terbaik yang kepada pundaknya lah harapan dan cita negeri kita sematkan.

Bukan seseorang yang sempurna yang dicari, karena tak ada manusia yang sempurna. Bukan pula seorang yang mampu memenuhi semua harapan, karena jangkauan tangan manusia terbatas. Tapi seseorang yang mencintai negeri ini. Seseorang yang dikelilingi oleh orang-orang yang juga mencintai negeri ini. Mereka yang menginginkan unsur-unsur kebaikan tersebar ke seluruh pelosok negeri. Mereka yang ingin berusaha menekan dan meminimalisir keburukan bagi tanah yang mereka cintai. Mereka yang dengan cintanya akan mengusahakan dengan kadar kemampuan yang mereka punya agar segala macam bentu kebermanfaatan mampu termaksimalkan dengan baik.

Pemilu 2019 adalah wahana bagi setiap insan yang terlahir dengan darah negeri ini untuk menyuarakan haknya. Hak untuk memilih pemimpin yang akan menahkodai negeri ini hingga 5 tahun ke depan. Yang secara langsung dan tak langsung, tangannya akan turut mewarnai nasib kita, juga anak-anak kita. Oleh karenanya, turut berpartisipasi pada wahana ini sejatinya merupakan bentuk kepedulian pada diri kita sendiri dan generasi-generasi yang akan menyambung kisah kita nanti.

Mari kita bersama-sama pergunakan hak yang kita miliki ini dengan bijak. Sebagai bentuk kepedulian kita pada diri kita dan generasi setelah kita. Juga sebagai bentuk balas budi kita pada negeri yang telah membesarkan kita dan menyaksikan kita mendewasa.

Photo courtesy : GNFI

Berikan Komentar

%d bloggers like this: