Menjadi Ayah

Assalamualaikum Yah.

Udah lama Zaky ga sapa Ayah. Semoga Allah senantiasa melapangkan dan menerangi kubur Ayah di sana.

Yah, Zaky merasakan satu kekhawatiran sekarang-sekarang. Di balik setiap aktivitas yang Zaky lakuin sehari-hari, ada hal yang terus-terusan masuk ke pikiran Zaky. Satu pertanyaan yang mungkin sederhana, tapi menurut Zaky perlu pemaknaan dalam yang bahkan sampe sekarang Zaky selalu ngerasa ga pernah percaya diri sama jawabannya.

Sudah siapkah jadi Ayah yang baik?

Sejujurnya di titik sekarang ini, banyak hal yang ingin Zaky tanyakan. Juga ingin Zaky diskusikan. Saat diliputi kebingungan kayak gini, entah kenapa sosok yang selalu terlintas saat ingin menumpahkan semua yang ada di benak Zaky itu ya Ayah. Ayah seorang. Mungkin karena alam bawah sadar Zaky hanya mendefinisikan bahwa orang terdekat yang bisa ditanyai terkait hal ini hanya Ayah. Orang yang nyaman ketika diajak diskusi, orang yang selalu membuat Zaky mengangguk setiap kali dinasihati.

Karena Ayah adalah sosok ideal seorang ayah dalam benak Zaky selama ini dan sampai kapanpun.

Ayah-ayah di luar sana mungkin punya metode yang lebih baik dalam membesarkan anaknya. Mungkin juga ayah-ayah di luar sana diberi kecukupan yang lebih untuk dapat membantu pengembangan diri anak-anaknya. Atau mungkin ayah-ayah di luar sana bahkan tergabung komunitas ayah teladan. Tapi walaupun begitu, sosok Ayah tetap menjadi sosok yang dimana Zaky ingin banyak belajar darinya.

Pola apa yang sebenernya Ayah terapkan waktu mendidik Zaky dulu? Prinsip seperti apa yang sebenernya Ayah tanamkan selama membesarkan Zaky kemarin? Nasihat apa aja yang Ayah siapkan hingga membuat Zaky bisa sampai di titik ini?

Sebentar lagi Zaky akan jadi seorang ayah, Yah. In syaa Allah. Zaky ingin jadiin cucu Ayah nanti seseorang yang segalanya melebihi apa yang ada dalam diri Zaky saat ini. Zaky berpikir, untuk bisa membesarkan anak yang lebih dari Zaky saat ini, tentu harus memahami pola didik apa yang pada akhirnya membetuk Zaky hingga Zaky sampai di titik ini. Untuk selanjutnya Zaky kembangkan pola didik itu menjadi lebih baik. Beneran banyak yang ingin Zaky tanyakan dan diskusikan Yah.

Tapi, saat Zaky tak bisa berdiskusi dengan Ayah bukan berarti stop di situ kok Yah. Zaky sedang mencoba mereka ulang setiap memori Zaky yang berkaitan dengan Ayah. Mungkin pembelajaran yang Zaky dapat tidak akan sebanyak jika saat berdiskusi langsung dengan Ayah. Tapi, menurut Zaky, apa-apa yang telah Ayah lakukan ke Zaky dulu in syaa Allah sudah cukup untuk Zaky jadikan referensi dalam mengembangkan cucu Ayah ke depannya.

Suatu saat nanti, semoga Allah mempertemukan Ayah dengan cucu Ayah. Zaky menantikan masa dimana Ayah menitikan air mata haru saat bertemu sosok yang Ayah rindukan pertemuannya itu. Zaky juga menantikan masa dimana cucu Ayah tersenyum lebar saat melihat langsung sosok kakeknya yang sangat membanggakan.

Hingga saat itu tiba, Zaky ingin dan akan mempersiapkan cucu Ayah dalam kondisi terbaik. In syaa Allah

Pengagum setiamu,

Zaky

0 comments: On Menjadi Ayah

Leave a Reply to Pahlawan Selamanya | Zaky Amirullah Cancel reply

Site Footer

%d bloggers like this: