Melangkah Bersama

Sudah sejauh ini kita melangkah bersama. Melihat berbagai macam pemandangan, lalu bersua dengan banyak pengalaman. Tidakkah kamu merasa, kalau kita sudah melangkah cukup lama?

Melangkah bersamamu, memang tak selamanya mulus. Kadang berliku, kadang berkerikil. Tak jarang juga bingung arah. Bertemu berbagai halang rintang, yang seringkali membuat emosi berubah fluktuatif. Di jalan yang kita tapaki ini, jatuh dan bangun, adalah melodi yang biasa kita putar dalam menghadapi kemenarikan hidup ini.

Kita sudah melangkah sejauh ini.

Lelah, pasti akan selalu kita temui. Tapi bahagia, juga tak sulit untuk kita dapatkan. Benar kan?

Karena bahagia bukanlah setumpuk materi atau setinggi popularitas. Bahagia sesederhana tesenyum syukur di saat sulit, saling menguatkan di kala gelisah, dan berbagi sekemampuan di waktu bahagia. Dan yang paling penting, bahagia adalah saat kita menyadari, bahwa kita masih diberi kesempatan melewati semuanya bersama. Atas izinNya.

Perjalanan kita masih panjang adanya. Perjalanan yang mensyaratkan keberanian dan ketabahan, syukur dan sabar, serta pasrah dan harap ini belum akan sampai di ujungnya, hingga ajal menjemput kita. Di sepanjang jalan ke depan, terik dan hujan masih akan kita lewati. Persimpangan demi persimpangan masih menunggu kita di depan sana. Kabut-kabut ketidakpastian masih akan menghantui kita.

Tapi tenang saja, ketidakpastian masa depan bukan untuk kita khawatirkan. Di balik hujan yang dingin, selalu ada pelangi yang indah, bukan? Semeresahkan apapun jalan yang akan menghadang, punggung kita sudah diciptakan untuk mampu menopangnya.

Kamu pun pasti menyadari, bahwa masih banyak bekal yang harus kita siapkan. Walaupun kita sama-sama tau punggung kita akan mampu menahan setiap masalah yang datang, tapi memaksimalkan usaha adalah sebuah keharusan. Mengeluarkan segenap apa yang kita punya di setiap kesempatan, inilah tugas kita sekarang.

Sudah sejauh ini kita melangkah bersama. Satu Tahun ke belakang hanyalah awal perjalanan. Episode berlelah keringat memantaskan diri dan berpanjat doa meminta tuk dipertemukan dalam pernikahan sudah kita lewati. Cincin sudah tersemat, ijab kabul sudah terucap. Kini kita sudah masuk ke episode berikutnya. Episode melangkah bersama mencari ridhaNya dan berpanjat doa meminta tuk dipertemukan kembali di kehidupan selanjutnya.

Aku ingin terus melangkah berasamamu. Terus melangkah bersama, hingga kita berkumpul kembali di syurga.

Komentar

Site Footer

%d bloggers like this: