Komunikasi Rasa

Komunikasi adalah salah satu media untuk bertukar rasa. Ia bisa menjadi wadah untuk saling berbagi cerita. Cerita akan pengalaman indah yang terekam, kegelisahan yang tersimpan, perasaan yang terpendam, atau kisah-kisah lain yang melibatkan rasa di sana. Ia juga mampu menjadi perantara rasa yang cukup baik untuk perihal sederhana seperti saat bertegur sapa. Bertanya kabar sekumpulan kawan, atau saat menumpahkan kerinduan pada seorang yang lama tak dijumpa.

Sungguh menyenangkan ketika komunikasi dibersamai rasa. Ada pelibatan emosi disetiap perbincangan sehingga membuat komunikasi terasa lebih hidup. Senyum dibalas senyum, tawa dibalas tawa, canda dibalas canda. Seolah di setiap bait yang terucap memberikan kesegaran. Menjadikan komunikasi sebuah hal yang dirindukan.

Tidak selamanya memang rasa terlibat di setiap komunikasi. Terkadang, dingin hadir menggantikan rasa di satu atau dua kesempatan. Membuat komunikasi terasa menyebalkan. Serasa ingin kawan komunikasi mengerti, berendah hati untuk mengganti dinginnya dengan rasa yang biasa. Bahkan bisa jadi dalam suatu kesempatan lain, ingin mengakhiri, dan berganti dengan kawan komunikasi yang lain. Hanya untuk sekedar ingin kembali menikmati komunikasi yang dibersamai rasa.

Pada hakikatnya, rasa dan dingin tak dapat ditunggu. Rasa tak dapat ditunggu kemunculannya, dingin tak dapat ditunggu kehilangannya. Terlebih lagi, kedua hal itu tak dapat diminta secara sukarela dari kawan komunikasi. Kita lah yang harus berendah hati mengondisikan itu semua.

Tak mudah untuk menurunkan ego pribadi. Agar rasa dalam diri kita muncul atau dingin dalam diri kawan komunikasi kita sirna. Seringkali berharap kawan komunikasi lebih memahami apa yang kita inginkan ketika berkomunikasi. Namun, lagi-lagi terlalu utopis mengharap hal itu terjadi. Akan lebih bijak ketika kita yang memulai untuk membumbui komunikasi dengan rasa. Menurunkan ego, menaikkan rasa.

Mari kita jadikan setiap komunikasi dibersamai rasa. Agar banyak momen tak terlupakan hadir. Selamat menjadikan setiap komunikasi menjadi komunikasi rasa. 🙂

Komentar

Site Footer

%d bloggers like this: