Hai, aku masa depan!

Halo aku yang di sana!

Bagaimana suasana masa depan? Menarikkah? 🙂

Kalo liat dari parasmu, aku tahu, kamu adalah aku 5 tahun yang akan datang. Benar kan? Mantap. Jenggotmu masih kombinasi dua gradasi keren: hitam dan coklat keemasan. Masih persis seperti yang kumiliki sekarang. Kalo dilihat dari potongan rambutmu, ternyata aku 5 tahun yang akan datang masih suka potongan rambut tipe seperti itu ya. Haha. Tapi tak apa. Artinya aku masih jadi aku. 🙂

Eh, sebentar, perawakanmu sedikit lebih elegan kelihatannya. Kamu apakan badanku? Haha. Tipsnya apa nih supaya aku bisa punya badan bagus seperti itu? Berbagi lah! 😀

Tau tidak, betapa aku sangat penasaran dengan sosokmu di sana. Apakah pola pikirmu masih sama seperti aku sekarang? Apakah mimpi-mimpi yang bertengger dalam jiwamu masih sama dengan yang kusimpan sekarang? Atau sudah berubah? Bagaimana dengan habit dan yaumiyah? Pasti sudah naik level kan? Haha, sial. Lihat bentuk senyummu yang seperti itu, pasti sudah banyak perubahan dalam dirimu. Sepertinya, best quote kita, “Be High Class for High Class“, masih mengalir dalam darahmu. Fiuh. Syukurlah. (y)

Hmm.. Penasaran dengan orang yang sedang berdiri di sebelahmu itu. Sepertinya dia enggan melepas tanganmu. Akhirnya kamu menemukan potongan sayapmu yang hilang. Sekarang sudah tidak jadi wacana lagi ya. Haha. Eh, beri aku bocoran donk. Itu yang di sebelahmu itu, orang yang sedang kupikirkan sekarang bukan? Hahaha. Sudahlah, lupakan. Tidak penting. Biarlah untuk satu hal itu, bertahan menjadi misteri.

Kudengar Zafeer sudah bisa berjalan. Tidak terasa ya. Sudah mulai disisipi murattal di sela-sela waktu mainnya kan? Apa? Sudah bisa mulai membaca dan menghafal? Serius? Sejarah didikan orang tua kita terulang! Keren! Bundanya Zafeer pasti telaten sekali. Wih, subhanallah. Kebayang, bagaimana cerdasnya Zafeer nanti. Jangan lupa ajari dia musik dan gambar juga ya. Supaya kedua otaknya seimbang. Ah, maaf. Bukan maksud menggurui. Hanya selentingan saja. 🙂

Hai Zafeer! Perkenalkan, ini Ayahmu versi muda. Haha. Versi gemuk dan bengalnya Ayahmu. Tapi tenang, 5 tahun lagi, aku akan sama seperti Ayahmu kok. Hehe.. Wih, senyummu lucu sekali Zafeer. Kompilasi raut muka Ayahmu dan senyum manis Bundamu. Sempurna. 🙂

By the way, kedua adikku di sana sudah seperti apa sekarang? Sudah berjilbab rapi? Alhamdulillah. Hidayah Allah memang tidak akan kemana. Semoga keberkahan dan kemuliaan senantiasa menyelimuti mereka berdua.

Oh jadi ini masakan buatan Rifa? Enak sekali! Berbeda dengan masakannya sekarang. Cepat sekali skill memasaknya tumbuh. Kemana dia sekarang? Oh. Sedang mengantar Mama belanja. Ah, sayang sekali. Padahal aku ingin melihat paras cantik dia yang sekarang. Semoga di lain kesempatan aku bisa bertemu dia versi 5 tahun yang akan datang. Bagaimana dengan Ghaitsa? Jika dilihat dari timeline, sekarang dia baru saja masuk SMP kan? Hoo.. Jadi piala-piala itu milik Ghaitsa semua? Luar biasa! Memang, sedari kecil, dia memiliki potensi yang besar. Ternyata sekarang potensi itu sudah mulai terasah. Sekarang, dia masih jadi bocah kecil yang manja. Kamu juga belum lupa kan dia yang masih di zamanku? 😀

Ayah dan Mama sehat? Alhamdulillah. Stop. Tak perlu kamu ceritakan. Aku tahu, kelembutan hati mereka, senyuman hangat mereka, kebaikan dan kepedulian mereka, kebiasaan mereka mendoakan anak-anaknya di malam hari masih sama. Istiqamah. Iya kan? 🙂

Hei, pekerjaanmu apa sekarang? Ocean Engineer, mengikuti studimu dulu, atau Bankir, meneruskan jejak beasiswamu? Apa? Rahasia? Haha, sial. Berani-beraninya kamu membuat aku penasaran. Iya, aku mengerti, kamu ingin aku tetap bekerja keras dan berikhtiar semaksimal mungkin di jalan takdir ini sebagai bentuk syukur atas takdir yang Allah tentukan untuk kita bukan? Tapi aku masih tetap yakin kok. Dilemma persimpangan yang kita alami ini menjadi pembelajaran besar dalam hidup kita. Dan satu hal yang  aku yakini, dan aku yakin kamu pun masih meyakininya, bahwa skenario Allah akan indah tepat pada waktunya. 🙂

Sebelum aku pulang, tasmi’ donk.. Hafalanmu sudah selesai kan? Akhirnya impianmu membangun keluarga penghafal sudah masuk tahap kedua ya. Tinggal bagaimana memoles Zafeer supaya mulai memiliki kebiasaan menghafal sedari kecil saja. Kemudian diduplikasi ke anak-anakmu selanjutnya. Ahaha, maaf, tidak bermaksud menggurui lagi. Peace. 😀

Lihat foto-fotomu di dinding ini, sepertinya sudah banyak negara yang telah kamu kunjungi ya. Aku tidak menyangka ternyata aku bisa meletakkan kaki di beberapa negara lain setelah 5 negara yang telah kukunjungi saat ini. Itu foto kamu berdua dimana? Sebentar, melihat pohon sakura di ujung sana, Jepang kan? Mantap! Hei, ternyata kamu mengunjungi Turki lagi. Kali ini tidak sama seperti aku kemarin, sendiri. Eh, ga denk. Kemarin kan aku bareng teman-teman juga. Hahaha..

Hoo, jadi sekarang Ayah dan Mama serta kedua adikku tinggal di rumahmu ya. Sesuai rencanaku saat ini. Hehe. Tapi rumahmu bagus juga ya. Minimalis, tapi nyaman. Tidak terlalu besar untuk dikatakan sebuah rumah, namun tidak terlalu kecil juga untuk menampung keluarga vertical dan horizontal. Keren.

Sepertinya sudah petang. Aku harus kembali. Terima kasih ya sudah bercerita, hei aku masa depan! Haha.

Sekarang giliranku untuk memastikan aku bisa menjadi sepertimu, bahkan lebih. Doakan ya!

Bye!


Bukan melangkahi takdir, hanya bentuk lain penyajian mimpi. Semoga mimpi-mimpi itu terwujud.

Wallahu’alam.

2 comments: On Hai, aku masa depan!

Komentar

Site Footer

%d bloggers like this: