Dua Sisi

Hidup di negeri orang tentu tidak seasik hidup di negeri sendiri. Walau ada beberapa sisi kenyamanan yang lebih terasa di sini dibanding di negara sendiri. Karena bagaimanapun, selalu saja ada rasa khawatir atau rasa tak nyaman yang muncul saat hidup bukan di negeri sendiri. Terlebih, di sini kami hidup jauh dari keluarga dan kerabat dekat. Artinya, segalanya harus kami temukan sendiri, harus kami cari jalan keluarnya sendiri, harus kami selesaikan sendiri. Satu sisi kami merasa hal itu baik untuk kami, namun di sisi lain terkadang membuat kami merasa sedih.

Dari segi fasilitas, mau tak mau kami harus mengakui bahwa fasilitas publik di sini sudah selangkah dua langkah lebih maju. Semuanya terintegrasi. Data pribadi dapat diakses oleh kantor-kantor yang menyediakan jasa pelayanan publik seperti bank atau rumah sakit. Bahkan kampus hingga provider seluler pun dapat turut mengaksesnya. Tentu tujuannya untuk verifikasi identitas dan pendataan individu yang lebih akurat. Sehingga disini, kartu identitas sangatlah berharga dan tak boleh dipindahtangankan agar tidak terjadi penyalahgunaan.

Salah satu fasilitas publik yang cukup membuat nyaman adalah asuransi. Di sini semua orang pribumi wajib mempunyai asuransi, tak terkecuali pendatang asing. Karena asuransi bak kupon diskon yang bisa memotong pembiayaan pelayanan kesehatan hingga 90%. Tidak mempunyai asuransi berarti kesulitan yang nyata, apalagi bagi kami yang segalanya pas-pasan. Daftar asuransi sangat sangat membantu sekali. Apalagi di masa-masa menuju persalinan seperti ini. Bahkan pemerintah Korea deposit sejumlah uang untuk biaya check up dan persalinan bagi yang mendaftar asuransi. Biaya check up menjadi lebih murah bahkan bisa sampai gratis. Biaya persalinan pun bisa jadi hanya tinggal 10% nya saja.

Transportasi jangan ditanya lagi. Pembelian tiket, jadwal keberangkatan, rute perjalanan, kenyamanan fasilitas, terencana dengan baik dan rapi. Tak ada lagi “tembok” takut ini lah, khawatir itu lah saat hendak melakukan perencanaan perjalanan. Kemudahan bertransportasi pun lebih terasa karena semua bisa diakses hanya dengan satu kartu. Saat berpindah moda transportasi, dari metro subway ke bus atau sebaliknya, selama kurang dari 30 menit, tak perlu membayar biaya tambahan. Kereta api dan kereta ekspres berangkat sesuai jadwal. Sarana transportasi di sini membuat nyaman kami saat ingin ber-travelling atau hanya sekedar jalan-jalan ke pusat kota.

Namun dari segi sosial dan kehidupan bermasyarakat, kami rasa, tak ada yang lebih baik dari kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Keramahan dan kekeluargaan warga Indonesia sangat lebih terasa dibanding di sini. Tidak berarti juga orang di sini tidak ramah. Tidak sedikit juga orang pribumi sini yang tak sungkan untuk menawarkan bantuan apapun pada kami. Mungkin karena sampai saat ini masih ada barrier bahasa, kami jadinya masih agak sulit untuk berbaur dengan masyarakat sekitar. Selain itu juga adanya perbedaan budaya, yang di beberapa waktu membuat kami merasa tak nyaman. Seringkali kami merasa ingin kembali bersosialisasi dengan kawan dan kerabat di Indonesia.

Hal lain, terkait makanan. Bagaimanapun, lidah kami sudah terlalu sangat bersahabat dengan masakan Indonesia Dengan rempah-rempah dan segala macam bahan yang dihasilkan dari tanah Indonesia. Walau seiring berjalannya waktu lidah kami sudah mulai terbiasa dengan makanan Korea, namun tetap saja, jika harus memilih di antara keduanya, tentu kami akan memilih masakan Indonesia. Buat kami, masakan Indonesia itu tak tergantikan. Bagi kami di titik ini, masakan Indonesia selalu menjadi pengobat rindu akan rumah di negeri asal.

Selain itu, jauh dari keluarga dan kerabat cukup membuat kami merasa sedih. Saat menuju persalinan seperti ini, ingin rasanya ada keluarga yang menemani. Tempat berbagi cerita, tempat mencurahkan segala rasa. Ingin juga saat si kecil nanti lahir, kakek-nenek nya turut menggendong dan merasakan langsung kebahagiaan di sisi kami. Tante-om dan teman-teman sepermainan masa depannya jua turut menebar senyum dan tawa. Sepertinya, momen di hari itu terasa menjadi lebih lengkap jika hal itu terjadi.

Memang. Kami rasa, di manapun, akan selalu ada sisi baik yang selalu membuat nyaman, ada juga sisi ‘kurang baik’ yang membuat rindu kampung halaman.

Sepertinya, kami perlu menyelami lagi dua sisi ini lebih dalam. Karena semestinya, ada banyak kebaikan tersimpan di masing-masing keduanya. Itu pasti.

0 comments: On Dua Sisi

Komentar

Site Footer

%d bloggers like this: