Daehan dan Bronkiolitis

Satu hal yang kami sayangkan saat ini adalah Daehan kami tercinta divonis dokter terkena Bronkiolitis. Sedih banget lah waktu dengernya.

FYI, bronkiolitis adalah salah satu lungs problem akibat virus yang biasa terjadi pada anak yang berusia di bawah 2 tahun. Respiratory syncytical virus (RSV) biasanya jadi penyebab munculnya bronkiolitis, selain virus-virus lain kayak rhinovirus, adenovirus, coronavirus, dan parainfluenza (kata kidshealth). Bronkiolitis mostly menjangkiti bayi lelaki, bayi prematur, bayi yang tidak breastfeeding, dan bayi yang sehari-hari berada di keramaian, seperti daycare atau orinijib contohnya.

Intinya bronkiolitis ini menginfeksi saluran terkecil (bronkiulus) pada paru-paru sehingga menyebabkan pembengkakan disertai munculnya dahak. Akibatnya, jalur keluar masuk udara terhalang. Jadinya membuat sesak dan sulit nafas. Efek lain dari bronkiolitis adalah runny nose, batuk-batuk, dan demam. Kalo baca-baca di babycenter sama uptodate, karena belum ada obat yang mampu menyembuhkan bronkiolitis, yang bisa dilakukan hanya melakukan tindakan-tindakan preventif dan home treatment agar symptoms nya gak ter-trigger sering-sering.

Pertama kali sadar ada yang gak beres sama Daehan adalah saat ia tiba-tiba sesak nafas. Beberapa hari kemudian Daehan terkena demam, hidungnya pilek, terus batuk-batuk. Dikira efek adaptasi winter, ternyata setelah cek ke dokter, Daehan terkena Bronkiolitis. Setiap dua hari sekali kami harus ke dokter buat medication. Alhamdulillah nya gak termasuk yang parah. Dokter selalu bilang “it’s normal, no problem“. Tapi tetep weh suka worry dan gak tega kalo udah lihat Daehan sesek nafas.

Setelah baca-baca beberapa referensi di atas, katanya memang biasa terjadi pada anak-anak yang dititipkan di daycare karena ia frequently interaksi sama anak-anak yang lain. Jadi menyesal masukin Daehan ke sana. Eh gak boleh menyesal denk. Terlepas dari itu semua, ini sudah qadarullah. In syaa Allah akan ada hikmah di baliknya. Orinijib nya juga baik kok. *monolog

Semua hal yang jadi home treatment buat Daehan in syaa Allah sudah kami ikhtiarkan.

Saat dokter bilang usahakan ruangan harus selalu hangat, kami langsung pindah rumah mengingat rumah kami sebelumnya terasa dingin walau boiler sudah dinyalain. Mungkin karena rumah sebelumnya di lantai 1. Jadinya langsung interaksi sama udara luar dan tanah. Alhamdulillah rumah yang sekarang cukup hangat (terjangkau juga sewanya). Bahkan tanpa berlama-lama dengan boiler pun masih terasa hangat. Rumah sekarang di lantai 3 jadi gak interaksi sama tanah dan udara luar langsung. Lumayan capek sih naik turun tangga 3 lantai. Tapi demi ruangan yang hangat, cincay lah.

Dokter juga bilang supaya sebisa mungkin ruangan jauh dari debu. Karena ternyata Daehan punya alergi dingin dan debu. Nurun dari saya ini mah. Selalu bersihin kamar pake vacuum cleaner katanya. Jadinya waktu itu mau tak mau kita mengalokasikan tabungan untuk beli vacuum cleaner. Belum sempat beli, ternyata Allah kasih hadiah. Allah Maha Baik banget lah. Di suatu hari kami melihat dua rumah seberang gedung kami sedang pindahan. Mereka menyisakan beberapa barang termasuk vacuum cleaner di pertigaan depan gedung kami. Melihat sesuatu yang ‘gratisan’ tentu mata kami langsung berbinar. Saya coba ambil, ternyata masih berfungsi dengan baik. *Oh my, kenapa mereka buang barang yg masih bagus sih? Jadinya kami bisa membersihkan debu-debu rumah kami as often as we can. Alhamdulillah.

Dan karena alergi debu dan dingin ini juga, jadinya kami gak bisa sering-sering bawa Daehan keluar rumah. Pernah sekali kejadian, waktu Daehan dibawa keluar, sesaat setelah interaksi sama udara dingin, dia langsung sesak nafas. Jadinya parno kan mau bawa dia kemana-mana. Makanya winter ini kami tak banyak keluar rumah. Hasrat travelling kami harus diredam sejenak. Jatah travelling yang sudah coba kami alokasikan juga jadinya dipake untuk medication, saving, tambahan alokasi listrik dan gas, dan lainnya. It’s okay, Daehan’s health is more important right now.

Kami juga mencoba membeli bulb syringe buat meringankan kesulitan Daehan bernafas karena mucus atau runny nose nya. Kami coba sedot sesering mungkin. Sebelum tidur terutama. Awalnya kami mau beli nebulizer. Tapi alhamdulillah rumah sakit anak tempat kami berkonsultasi baik banget. Mereka bersedia meminjamkan nebulizernya selama gak ada yang make. Setidaknya ada tools yang bisa membantu Daehan mendapatkan udara segarnya.

Kalo kata referensi di atas, biasanya efek samping lain dari Bronkiolitis adalah anak jadi susah makan. Tapi lihat Daehan segut-segut aja kalo makan, somehow makes us feel relieved. Setidaknya cause yang bisa membuat dia dehidrasi tercoret. Kalo masalah makan, sepertinya almost of the foods bisa masuk ke mulutnya. Kadang dia suka kelihatan kabita dan mencoba minta kalo kami sedang makan, even sebelumnya dia sudah habis satu mangkok kecil porridge.

Cuman ada satu hal yang kami khawatirkan: his bronchiolitis will be worsen and leads to asthma later on. Kata dokternya, setiap anak yang terkena Bronkiolitis punya kemungkinan kena asma setelah setahun terjangkiti penyakit ini.

It means, my baby also will get asthma?

If he is lucky, he won’t. But if he is unlucky, ……. (terus dokternya senyum-senyum doank)

Memang belum ada keterhubungan pasti antara Bronkiolitis dan Asthma, katanya. Masih diteliti faktor-faktor apa saja yang jadi bridge antara Bronkiolitis dan Asthma. Sejauh ini lebih ke karena “biasanya”. Biasanya yang sebelumnya kena Bronkiolitis, juga bakal kena Asthma. Ya Allah, semoga Daehan nggak.

Maapin Appa Eomma, nak. Bukan maksud kami taking you in this uneasy situation. Semoga Allah kuatkan fisik kamu, mental kamu. Semoga suatu hari nanti Allah angkat penyakit kamu. Appa sama Eomma cuman bisa berusaha supaya kesehatanmu bisa jauh lebih baik.

Mohon doa, supaya Daehan bisa sembuh suatu saat nanti. *plis

.

Sumber gambar disini

4 comments: On Daehan dan Bronkiolitis

  • Assalamualaikum kang.. semoga Daehan cepat sembuh yaa..
    Memang kang.. Bronkiolitis ataupun penyakit Brochopneumonia beresiko asma dikemudian hari..
    seperti yang saya alami saat ini..
    usia saya skrng 21 th, dan saya memiliki asma sejak umur 2 tahun..
    setelah saya selidiki.. ternyata saya memiliki riwayat penyakit bronchopneumonia saat umur 2 tahun dan sering kambuh (dari hasil rötgen dada yang msh tersimpan di lemari, cukup usang namun masih ada kertas penjelasan radiolognya)..

    So, memang alahkah lebih baik bila pengobatanya dituntaskan sejak awal dan dihindari agar tidak kambuh ulang.. apalagi bila ada alergi..
    agar di kemudian hari.. mudah-mudahan tidak menjadi asma.. aamiin

    • Waalaikumussalam.
      Aamiin. Terima kasih Fahmi atas doanya.

      Iya nih. saya jadi khawatir kalo anak saya mengidap asma di kemudian hari. Mohon doanya aja supaya pengobatannya tuntas sebelum dia usia 2 tahun.
      Semoga Fahmi juga senantiasa sehat selalu.

  • Daehan sayangg semoga cepet sembuh dan terus ceria yaaa *kiss dari onty n khansa

    Daehan nya di Indo aja biar ga kena winter sinii onty yg asuh 😀

Komentar

Site Footer

%d bloggers like this: