Cucu Ayah

Assalamualaikum, Yah.

Yah, Zaky lagi di rumah. Ini Zaky bawa cucu Ayah. Cucu yang selama ini Ayah tunggu-tunggu. Katanya Ayah ingin gendong cucu, kan? Sekarang cucu Ayah udah di sini, Yah. Semua udah gendong cucu Ayah. Tinggal Ayah yang belum.

Oiya, cucu Ayah namanya Daehan, Yah. Panjangnya, Daehan Zaydan Amirullah. Zaky pake ‘Amirullah’, nama belakang Zaky yang Ayah sematkan 23 tahun lalu, di nama belakang cucu Ayah. Sebagaimana Ayah punya sejuta harap buat Zaky di balik ‘Amirullah’ ini, Zaky juga punya sejuta harap buat Daehan dengan adanya ‘Amirullah’ ini.

Daehan anaknya sholeh Yah, Alhamdulillah. Jarang banget rewel. Terus murah senyum, lucu, sama gemuk. Perkembangan badannya Alhamdulillah bagus. Bahkan kata orang Korea di sana, Daehan tergolong bayi yang cukup besar, lebih besar dibanding bayi seusianya yang besar di Korea. Mungkin salah satu syariatnya berkat do’a Ayah dulu.

Setiap kali Zaky liat Bapak, Ibu, Mamah gendong Daehan tuh, Zaky kadang suka sedih sendiri. Serasa ada kebahagiaan yang kurang. Ada pemandangan yang ga lengkap. Ada ‘kisah mudik’ yang belum selesai. Karena satu hal yang Zaky ingin bener-bener lihat: Ayah gendong Daehan. Dalam benak Zaky, Zaky membayangkan, kayaknya saat Ayah gendong Daehan, ada senyuman lepas yang terpancar dari wajah Ayah.

Sederhana. Zaky hanya ingin lihat wajah itu.

Zaky punya segudang mimpi buat cucu Ayah. Salah satunya adalah mempertemukan Ayah sama Daehan di syurga, in syaa Allah. Tidak bertemunya Ayah sama Daehan di dunia ini, semoga diganti dengan bertemunya Ayah sama Daehan di syurga kelak. Zaky hanya bisa terus berusaha dan berdoa, semoga Allah senantiasa menggolongkan Zaky dan keluarga menjadi anak yang shaleh.

Ayah baik-baik di sana. Zaky dan Daehan akan selalu kirim doa buat Ayah. In syaa Allah.

 

Pengagum setiamu,

Zaky

0 comments: On Cucu Ayah

Komentar

Site Footer

%d bloggers like this: