Children’s Day

Di Korea Selatan (ga tau tah kalo Korea Utara), setiap tanggal 5 Mei, semua warga memperingati Hari Anak, atau Children’s Day, atau 어린이날. Hari Anak ini merupakan hari libur Nasional di Korea. Asyiknya, karena Hari Anak tahun ini bertepatan dengan hari Kamis, hari Jumatnya jadi harpitnas. It means long weekend! *maap fakir libur*

Kalo denger cerita temen Korea sih, katanya hari ini adalah hari dimana setiap orang tua menghabiskan waktu bersama anak-anaknya. Biasanya, para orang tua juga memberikan hadiah ke anak-anak mereka. Pun ber-quality time bersama mereka. Ada yang jalan-jalan bareng, makan bareng, nonton bareng. Ada juga yang hanya kumpul bareng satu keluarga di rumah. Ada juga orang tua yang menyengajakan datang ke apartment anaknya buat berkumpul bersama.

Orinijib Activities

Sehari sebelumnya, Orinijib tempat Daehan bermain juga merayakan Hari Anak ini. Banyak macam permainan dan aktivitas menyenangkan yang diadakan oleh sekolah di hari ini. Salah satunya face painting. Tambah lagi, masing-masing anak juga dikasih hadiah sama gurunya, tak terkecuali Daehan. *tapi ujungnya emak-bapaknya yang ambil, soalnya hadiahnya Daehan mah makanan*

Kalo dari ekspresinya, kayaknya Ibu Guru lagi deliver passionate speech.
Mereka yang haus akan hadiah
Alhamdulillah. Nuhun bu!

Denger cerita dari gurunya, di sesi face painting, Daehan gak bisa diem cenah. *Jangankan di-face painting bu, diganti popok aja harus drama ucing kup dulu*

Karena gak bisa diem, alih-alih jadi mirip JoongKi, sehabis di-face painting cuman idungnya aja yang jadi merah. Plus sedikit tompel di pipinya. Tapi kebayang sih, betapa besar perjuangan Ibu Gurunya buat corat-coret mukanya Daehan.

However, seems it was so fun!

Adegan coret-mencoret
Pasca face painting

Family Time

Memanfaatkan momentum yang ada, kami pun mencoba menjadikan momen ini momen untuk mencipta quality time keluarga. So, di hari ini, agenda kami adalah menghabiskan waktu bersama Daehan.

Karena banyak pertimbangan ini itu (red: dompet), kami mencoba mencari tempat rekreasi yang tidak terlalu jauh dari rumah, tapi tetap worth it untuk dikunjungi. Berhubung Daegu sendiri aja masih banyak yang belum terjamah, jadinya coba cari tempat sekitaran Daegu aja. Yang penting esensi jalan-jalannya kan. Karena Daehan suka liat mobil, jadi yang penting banyak ketemu mobil. Karena istri suka kopi, jadi yang penting ada terselip agenda ngopi. Karena saya suka jalan-jalan bareng mereka berdua, jadi tak penting kemana kaki ini melangkah, yang penting kehadiran saya selalu membersamai senyum dan kebahagiaan mereka. #pret

Pilihan kami akhirnya jatuh pada Downtown Banwoldang. Di sana ada tempat namanya Gyeongsanggamyeong Park (경상감영공원). Kalo kata visitkorea, taman ini dibangun sekitar tahun 1601 di zaman King Seonjo. Gedung-gedung di taman ini juga pernah digunakan sebagai kantor Gubernur Provinsi Gyeongsangbuk-d0 di tahun 1910. Di tahun 1965, karena kantor gubernurnya dipindahkan ke tempat yang lain, tempat ini jadinya dialihfungsikan menjadi taman yang dibuka untuk umum.

Rather than metro subway, we chose train to get the place. Pake jihacheol memakan waktu sekitar 45 menit sampai sejam untuk sampai ke Banwoldang. Kalo pake kereta, perjalanan hanya 10 menit, karaena Daegu Station hanya satu stasiun setelah Gyeongsan Station. Hanya mungkin ongkos slightly lebih besar. But, that’s okay. Udah lama juga gak ajak Daehan naik kereta. Selain itu juga di depan Daegu Station ada taman bunga yang cukup indah. Spot bagus buat jepret-jepret.

“Sarangheyo” – Depan Daegu Station

Sesampainya di Banwoldang, kami terkaget, banyak bener orang yang lalu-lalang, pak! Mungkin karena Children’s Day ini kali ya. You don’t say. Banwoldang memang selalu sesak, tapi tidak sesesak hari ini. Terlihat banyak keluarga yang sedang menghabiskan waktu bersama, anak-anak yang berlarian, dan juga mereka pasangan-pasangan muda. Toko-toko terlihat penuh, dan mamang bedal (delivery man) hilir-mudik sepanjang mata memandang.

Karena hari cukup panas, kami mencoba melipir dulu ke cafe, haus soalnya. Seperti biasa, kami mampir ke tempat bingsu terenak menurut kami. Mencicipi ulang Bingsu Greentea dan Tiramisu Cake. Lumayan lah, sedikit menambah tenaga (dan lemak). Sekarang gak bisa semenikmati dulu. Pertama kali ke sini waktu Daehan masih di perut, dan terakhir kali ke sini waktu Daehan masih bayi. Sekarang, saat Daehan sudah menjadi anak yang sangat aktif, setiap satu suap diselingi dulu sama satu sport jantung moment. Daehan yang mau jatuh dari kursi, kejeduk meja, makan tissue, pukul-pukulin sendok ke meja dengan sekuat tenaga, dll. But that’s what makes it irreplaceable memories after all. Haha.

Main air

Selepas isi bensin, kami langsung berjalan menuju Gyeongsanggamyeong Park. Di tengah jalan kami menemukan air mancur. Melihat air, Daehan langsung nunjuk-nunjuk, minta diantar buat mendekat. Dasar budak, sekali diajak main air langsung ketagihan. Sekalinya dibawa menjauh, malah nangis. Yasudah jadinya main air dulu. Tak apa denk, jarang-jarang juga. Yang penting Daehan senang. Daehan senang, emaknya senang. Emaknya senang, saya pun ikut senang. 🙂

Setelah sekitar 1,800 detik di area air mancur, kami melanjutkan perjalanan. Dari air mancur ke taman (yang namanya susah ditulis) itu gak terlalu jauh sebenernya. Cuman karena sempat salah melihat petunjuk arah, jadinya perjalanannya cukup memakan waktu. Untungnya di sepanjang jalan banyak mobil jadinya Daehan cukup terhibur. Kalo udah lihat mobil, mata Daehan tak mau lepas dari jalanan. Seolah ingin memiliki satu diantaranya. *iya Daehan, iya. Ntar kalo udah punya uang kita beli*

Tak berapa lama kemudian kami sampai di taman itu. Tamannya terlihat terawat. Gedung-gedungnya pun terlihat masih baru, padahal pertama kali dibangun puluhan tahun lalu. Tapi memang karena Korea sangat konsen buat menjaga keasrian dan keindahan tempat-tempat rekreasinya. Karena mereka memang punya target dapetin banyak devisa dari sana. Gak heran kalo Korea jor-joran buat marketing-in tempat-tempat rekreasinya. Sampe membuat orang berhasrat kuat buat datang ke sana. Bahkan kadang merasa, tempat sebenarnya tak seindah iklannya wakaka.

Setelah mencoba berkeliling, ada satu hal yang muncul dalam benak kami,

Ini kenapa kebanyakan isinya nini-aki semua?

Mereka, para nini-aki ini, duduk bareng di kursi berdua dan berbincang penuh cinta satu sama lain selayaknya pasangan muda. Ah, mungkin karena mereka ingin menghabiskan waktu di sisa-sisa usia mereka.

Yah akhirnya kami pun mencoba seperti mereka. Duduk, berbincang, dan mencoba menikmati hari bersama. Tak lupa berkeliling cari spot bagus buat jepret-jepret dokumentasi.

Hari yang cukup melelahkan, yet menyenangkan. Even tidak jauh, tempatnya cukup asik buat jadi destinasi jalan-jalan. Balik lagi, yang penting esensinya dapet lah. Daehan terlihat senang dan kami pun jadi punya waktu ketawa bareng dan cerita-cerita. What a wonderful day!

In family relationships, love is really spelled T.I.M.E. – Dieter F. Uchtdorf

***

Ini absolutely latepost sih. Tapi karena kemarin-kemarin dikejar babeh (red: Professor) disuruh nulis yang lain, jadi baru menyempatkan diri sekarang. Kebetulan momentum nulisnya lagi ada, jadi akhirnya tulisan ini keluar dari draft. #infojek #jangandihujat

Komentar

Site Footer

%d bloggers like this: