Antara Suami dan Istri

Setelah melewati gerbang pernikahan, masing-masing dari dua insan yang saling bermekar rasa itu akan mendapatkan jobdesc-jobdesc baru.

Sang suami, ia berkewajiban memberi nafkah. Tak hanya itu, ia juga berperan sebagai nahkoda dalam bahtera rumah tangganya. Mengarahkan bahtera rumah tangganya untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan.

Sedangkan sang istri, ia harus menjadi sebaik-baik penjaga. Menjaga harta suami dan kehormatan keluarganya. Pendidik terbaik bagi anak-anaknya, juga senantiasa memelihara ketaatan pada suaminya.

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا

…Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya..

— Al-Baqarah : 233

Seorang suami diberi mandat khusus oleh Allah untuk menafkahi istri dan anak-anaknya. Nafkah lahir, juga nafkah batin. Nafkah di sini tidak melulu soal sandang, pangan, dan papan. Walau itu sama sekali tidak salah.

Pemenuhan kebutuhan akan pendidikan keimanan, karakter, kebermanfaatan, serta segala hal tentang dunia dan akhirat adalah bentuk lain dari nafkah. Istri dan anak juga punya hak untuk mendapatkan itu.

Oleh karenanya, sebagai seorang penopang utama dalam keluarga, maka seorang suami haruslah kokoh. Kokoh fisik, kokoh pemikiran, kokoh harta, kokoh spiritual. Sebab semua hal yang bersentuhan dengan istri dan anak-anaknya akan melewati pintu suami. Dan suami bertanggung jawab penuh atas semua itu.

Tidak ada sesuatu yang berfaedah bagi seorang Mukmin setelah ketakwaan yang lebih baik baginya daripada seorang istri shalihah, yakni… yang jika suaminya tidak ada di sisinya, ia menjaga diri dan harta suaminya.

— (HR Ibn Majah).

Seorang istri diperintahkan Allah untuk senantiasa menjaga diri dan taat pada suami. Dan sejatinya, tugas utama seorang istri memang hanya itu. Adapun pekerjaan rumah tangga yang kini terasosiasi pada seorang istri sebenarnya hanya manifestasi dari ketaatan istri terhadap suami.

Istri juga memiliki andil besar dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Kelembutan yang dimilikinya menjadi nilai tambah tersendiri dalam proses pendidikan sang anak. Dari kelembutan lahir kedekatan. Dari kedekatan lahir kepercayaan. Dari kepercayaan lahir rasa hormat yang membuat transfer ilmu dari seorang istri pada anaknya berjalan baik.

Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir

— Ar-Rum 21

Antara suami dan istri terdapat kewajiban-kewajiban yang harus di tunaikan. Antara suami dan istri juga ada hak-hak yang mesti diberikan. Keduanya harus berimbang. Seorang suami tak hanya meminta hak dari istri. Pun seorang istri tidak hanya menuntut kewajiban dari suami. Karena menyeimbangkan kewajiban dan hak antara suami dan istri adalah salah satu seni dari rumah tangga itu sendiri.

Di atas segalanya, antara suami dan istri haruslah terdapat satu visi besar. Visi yang berbahan bakar semangat mencari ridha Allah ta’ala. Untuk mencari keberkahan dunia. Dan untuk menuju kenikmatan syurga di akhirat.

Komentar

Site Footer

%d bloggers like this: